Latest Releases

Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Januari 2018

Seorang Pria Diamankan Karena Bawa Dua Bom Molotov di Depan Grahadi Surabaya

Seorang Pria Diamankan Karena Bawa Dua Bom Molotov di Depan Grahadi Surabaya

Berita Analisa Terkini - Seorang pria ditangkap polisi dari depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dari tangan pria ini, kepolisian mengamankan 2 botol berisi cairan dan sumbu yang diduga molotov.

"Tadi ditangkap jam 13.00 WIB, saat berdiri di atas pagar Gedung Grahadi," tutur Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan, Sabtu (6/1/2018).

Melihat peristiwa tersebut jelas Kobespol Rudi, petugas yang berada di sekitar Gedung Grahadi segera melakukan pengamanan, agar pria pria berkepala botak itu tidak melompat ke dalam halaman Gedung Grahadi.

"Laki-laki itu berupaya melompati pagar Grahadi dengan membawa dua botol berisi cairan, ada sedikit kain di ujungnya, juga membawa korek api," terang Kombespol Rudi.

Saat dilakukan pengamanan, jelas Kombespol Rudi, sempat terjadi perebutan botol antara personil dengan pelaku. "Dua polisi mengalami luka di kepala akibat sabetan botol," beber Kapolrestabes.

Usai dua botol diamankan, diketahui cairan yang ada dalam dua botol itu berisikan bensin.

"Saat ini pelaku telah diamankan. Dan dibawa ke Rumah Sakit Umum dr Soetomo untuk pengobatan karena mengalami luka," pungkas Kombespol Rudi. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Sabtu, 11 November 2017

Polisi Ciduk 2 Pelaku Pembunuhan WN Belanda di Bali

Polisi Ciduk 2 Pelaku Pembunuhan WN Belanda di Bali

Berita Analisa Terkini - Pria 80 tahun warga negara Belanda ditemukan meninggal di tempatnya menginap di Jimbaran, Bali. Dua orang yang diduga pelaku pembunuhan kini sudah ditangkap. 

Dikutip dari AFP, Minggu (12/11/2017), Warga Negar Belanda yang bernama Robert Gilhooad berada di Bali dalam acara liburan. Mayatnya pertama kali ditemukan Jumat (3/11) kemarin. 

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto memastikan Gilhooad tewas karena dibunuh. "Dia mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri, ujar Aries kepada AFP. 

Aries belum menjelaskan lebih jauh identitas 2 orang yang diduga pelaku pembunuhan itu. Cuma saja keduanya dipastikan sudah ditahan. 

Kepolisian percaya ada motif ekonomi di balik pembunuhan Gilhooad. Gilhooad memang disebutkan sudah tinggal dalam jangka waktu lama di Bali. 

Sebelumnya, diberitakan Gilhooad menetap di sebuah rumah sewa di Jln Ambon Blok No 7 Jimbaran, Badung. Sebelum jenazah ditemukan di kamar mandi, Robert sudah tidak tampak sejak 2 bulan lamanya.

"Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat dan pelaksanaan olah TKP di sana, ada kesulitan untuk pengecekan kondisi korban karena telah meninggal lebih dari 3 hari ke atas. Kondisi jenazah sudah menghitam, berbelatung dan dikerubungi lalat, baunya juga sudah tidak sedap lagi," tutur Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, Selasa (7/11).

Titik terang mulai muncul saat petugas memperoleh informasi bahwa salah satu dari dua mobil Robert, Mercedez-Benz merah bernopol DK 346 FF, dihentikan di daerah Merak, Banten. Pengemudinya diketahui bernama WW dan mengecoh petugas sehingga berhasil kabur. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Kamis, 09 November 2017

KDRT yang Harus Diketahui Sebelum Terjadi Seperti Kematian dr Letty

KDRT yang Harus Diketahui Sebelum Terjadi Seperti Kematian dr Letty

Berita Analisa Terkini - Mirisnya kematian dr Letty, seorang dokter di sebuah klinik di Jaktim, yang ditembak oleh suaminya sendiri, dr Ryan Helmi. Tidak tanggung-tanggung, enam peluru sekaligus yang ditembakkan tersangka ke istrinya.

Menurut kesaksian, penembakan tersebut diawali dengan sebuah perselisihan yang dikarenakan istri menggugat cerai suaminya.

"Dugaan sementara, sang suami tidak mau cerai, lantaran istrinya menggugat (cerai)," tutur Andry Wibowo di lokasi kejadian, Jln Dewi Sartika, Kramat Jati, Jaktim, seperti dilansir dari tribunnews.

Kasus tersebut menambah deretan kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) di Indonesia, bahkan di dunia. KDRT sendiri memang bisa terjadi dalam setiap rumah tangga. Bukan cuma kekerasan fisik, kekerasan verbal pun bisa termasuk KDRT.

1. Kebanyakan korban KDRT yaitu perempuan

Wanita yang berumur 18-24 tahun yang paling sering diperlakukan kasar oleh suaminya. Namun, bukan berarti pria tidak bisa menjadi korban KDRT. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), satu dari tiga wanita dapat menjadi korban kekerasan fisik oleh pasangannya seumur hidup. 

"KDRT tidak mendiskriminasikan berdasarkan umur, jenis kelamin, atau status sosial," tutur Bryan Pacheco dari Organisasi Safe Horizon.

2. Pergi tidak selalu menyelesaikan masalah

Banyak sekali seseorang yang mendapat kekerasan dalam rumah tangganya memutuskan untuk bercerai lantaran alasan sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan pasangannya.

"Seorang pelaku bisa bertindak dengan cara yang sangat keras untuk mengendalikan pasangannya dan mencegah mereka pergi," tutur Pacheco.

Dan bahkan jika korban berhasil meninggalkan hubungan mereka, bukan berarti pelaku bisa berdiam diri. Ada yang selalu menguntit korban ke manapun dia pergi.

Sedangkan menurut psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd yang juga pengasuh konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan, lebih bagus korban KDRT pergi ke tempat perlindungan kekerasan supaya ditangani lebih serius.

3. Berada dalam hubungan kekerasan berakibat bagi kesehatan

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kekerasan yang dilakukan pasangan baik fisik ataupun verbal akan berdampak kepada kesehatan fisik, mental, dan seksual seseorang.

Hal lainnya bisa menyebabkan kegelisahan, susah tidur, trauma, depresi. Ini bisa menjerumuskan korban pada penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Apabila anak ikut terlibat, ini tentunya sangat membahayakan kesehatan psikologis anak. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Rabu, 01 November 2017

Pelaku Penculikan WN Korea Kenal dengan Orang Tua Bocah

Pelaku Penculikan WN Korea Kenal dengan Orang Tua Bocah

Berita Analisa Terkini - Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku terkait penculikan bocah Warga Negara Korea, Ko Hoin. Disebutkan Polisi, pelaku dan orang tua memang saling kenal. 

"Korban (Ko Hoin) dengan anak-anak pelaku saling kenal," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, kepada tribunnews, Kamis (2/11/2017). 

AKBP Hendy menyebutkan, 2 orang pelaku masing-masing bernama Baik Jongkwoon dan Seo Sang Won. Keduanya diciduk di 2 lokasi berbeda yakni di sebuah hotel di Sudirman dan di Bandara Soekarno-Hatta . 

"Penjelasan Kepolisian Korea, orang tuanya mendapatkan ancaman dari pelaku untuk mentransfer sejumlah uang," ujar Hendy yang saat penangkapan pelaku didampingi oleh Kanit II Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ari Cahya. 

Menurut Hendy, orang tua Ko Hoin adalah seorang pengusaha. Pertama mereka mengirimkan 50 juta won ke pelaku, kemudian mengirimkan kembali 100 juta won. Apabila dirupiahkan sekitar Rp 1,8 miliar. 

Sebelumnya Polda Metro Jaya menerima laporan bantuan pencarian orang dari Kedubes Korea. Korban diduga diculik oleh pelaku dari Korea, lalu dibawa ke Indonesia.

"Pelaku meminta tebusan kepada orang tua korban dan orang tua korban telah transfer senilai Rp 1,8 miliar," pungkas Hendy. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Rabu, 18 Oktober 2017

Pengedar Uang Palsu yang Dicari Polisi Diarahkan Dukun Sembunyi di Gua

Pengedar Uang Palsu yang Dicari Polisi Diarahkan Dukun Sembunyi di Gua

Berita Analisa Terkini - Salah seorang tersangka pengedaran uang palsu, GK alias I, sempat bersembunyi di dalam gua di tengah hutan Taman Nasional Baluran, Jatim. Dia bersembunyi untuk menghindari kejaran polisi.

"I merupakan seorang residivis, pernah melakukan kejahatan yang sama sebagai pengedar. Kita amankan di hutan Taman Nasional Baluran," tutur Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Agung Setya saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Gedung Bareskrim, Jln Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Agung menyebutkan I bersembunyi di gua atas arahan dari seorang dukun atau orang pintar supaya terhindar dari kejaran polisi. Tapi, akhirnya I tertangkap juga.

"Dia bersembunyi di dalam gua di sana atas petunjuk dari orang pintar katanya kalau di gua tidak ada yang tangkap oleh Bareskrim katanya. Ya alhamdulillah kita bisa menemukannya di sana, kemudian kita bawa ke sini," ujar Agung.

Selain I, kepolisian menangkap 5 orang lainnya yakni S, M, RS, T, dan AR. Mereka ditangkap di lokasi berbeda yaitu di Bangkalan, Madura, dan Cirebon, Jabar.

Agung menjelaskan sindikat tersebut telah beraksi sejak 2008. Penangkapan keenamnya dilakukan atas kerjasama dengan Bank Indonesia.

"Kami temukan ada di 6 provinsi. Uang ini telah beredar, tersangka sudah beberapa kali memproduksi," tambah Agung.

"Ditemukan uang palsu yang jumlahnya berbeda-beda. Enam provinsi itu yaitu DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Kalimantan Barat dan Bali," sebut Agung.

Meskipun sudah menangkap 6 orang, polisi tidak berhenti di situ saja. Agung mengaku masih mengembangkan kasus itu.

"Tentunya akan terus kami kembangkan dan cari pelaku yang mengedarkan," tutup Agung. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Selasa, 19 September 2017

Bareskrim Kembali Periksa Bos First Travel Untuk Melengkapi Berkas Kasus

Bareskrim Kembali Periksa Bos First Travel Untuk Melengkapi Berkas Kasus

Berita Analisa Terkini - Bos First Travel Andika Surachman beserta istrinya Anniesa Hasibuan termasuk Kiki Hasibuan kembali diperiksa Bareskrim Polri. Pemeriksaan dilakukan guna melengkapi berkas perkara kasus terduga penipuan perjalanan umrah dan dugaan tindak pidana pencucian uang. 

"Guna melengkapi berkas perkara," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak ketika dihubungi, Rabu (20/09/2017).

Berdasarkan pantauan tribunnews, bos First Travel masuk ke gedung Bareskrim jam 09.55 WIB. Tapi belum ada pernyataan dari ketiganya saat masuk ke dalam gedung. 

Pada pemeriksaan sebelumnya, Rabu (13/09/2017), bos First Travel ditunjukkan sejumlah barang bukti. Tidak hanya bukti terkait kepemilikan kendaraan, bos First Travel juga ditunjukkan aksesoris pribadi.

Barang bukti sitaan yang ditunjukkan dalam pemeriksaan yaitu 116 kacamata, 32 gesper, kunci serta STNK mobil Toyota Vellfire, 2 kunci ruko PT Anisa Fashion. 

Dalam kasus tersebut, penyelidik menyita 8 perusahaan, 5 mobil, termasuk 13 rekening bank. Dalam kasus ini, PPATK menelusuri transaksi aliran dana dan ditemukan duit senilai Rp 7 miliar dalam 51 rekening. Ada juga transaksi aliran dana ke luar negeri. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Senin, 11 September 2017

Kepolisian Olah TKP Rumah Pasutri yang Mati Terbungkus Bedcover

Kepolisian Olah TKP Rumah Pasutri yang Mati Terbungkus Bedcover

Berita Analisa Terkini - Mayat yang ditemukan terbungkus bedcover di Purbalingga yaitu pasangan suami istri yang berasal dari Bendungan Hilir, Jakpus. Rumah pasutri itu kini didatangi polisi. 

Pantauan tribunnews di lokasi di Jln Pengairan No 21, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/09/2017), terlihat 3 mobil polisi bertuliskan Ditreskrimum Jatanras Polda Metro Jaya parkir di depan rumah. Rumah kedua mayat itu juga merupakan kos-kosan putri.

"Iya lagi olah TKP dimulai dari siang pukul 1 tadi. Yang olah TKP dari pihak Polres Pusat sama Polsek Tanah Abang," ucap Kapolsek Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono di lokasi.

Kepolisian meminta keterangan keluarga korban dan penghuni kos terkait kematian pasutri itu. "Meminta keterangan keluarga sama anak kos," tutur Lukman singkat.

Pantauan tribunnews di sekitar rumah tidak tampak adanya kamera pengawas (CCTV). Kepolisian hingga kini masih melakukan olah TKP.

Mayat pasutri itu ditemukan di Sungai Klawing, Purbalingga. Terdapat beberapa barang bukti yang diamankan kepolisian. Di antaranya bedcover, mukena ungu, baju koko putih yang berlumuran darah. 

"Dari identifikasi, identitas telah diketahui, kelahiran di Pekalongan namun alamat di Bendungan Hilir Jakarta Pusat," tutur Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Tarjono Sapto Nugorho kepada wartawan di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto, Senin (11/09/2017). 

Tarjono mengatakan identitas mayat adalah pasangan suami Husni Zarkasih (58) dan sang istri bernama Zakiah Husni (53). Alamat keduanya berada di Jln Pengairan No 21 RT 11/6 Kelurahan Benhil, Kecamatan Tanah Abang, Jakpus. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Jumat, 08 September 2017

Kakak Kandung Akbar Tahu Adiknya Membunuh Istrinya

Kakak Kandung Akbar Tahu Adiknya Membunuh Istrinya

Berita Analisa Terkini - Mochammad Akbar (38) ternyata sudah mengaku membunuh istrinya yang juga pegawai BNN Indria Kameswari ke kakaknya MT. Meskipun begitu, MT tetap meminjamkan KTP miliknya agar Akbar bisa membeli tiket pesawat untuk kabur ke Batam.

"Pengakuan sementara sih dia tahu Akbar membunuh Indria," tutur Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro saat dihubungi tribunnews, Sabtu (09/09/2017).

Bimantoro menyebutkan MT juga sudah membenarkan meminjamkan KTP agar Akbar bisa membeli tiket pesawat. Padahal, saat itu MT sudah tahu Akbar sudah membunuh Indria. "Mengakui dia meminjamkan KTP," ujarnya.

Terkait ada-tidaknya kerja sama antara MT dan Akbar untuk melarikan diri, kepolisian masih melakukan pendalaman. Kepolisian juga masih akan menjadwalkan pemeriksaan MT.

"Nah, kami mendalami karena kami akan melakukan pemanggilan kembali. Kami akan cross check dengan bukti yang ada. Sementara ngalir aja. MT menjadi saksi dulu. Nanti kita cek dengan data yang kita punya," ujar Bimantoro.

Sebelumnya diberitakan, MT diduga merupakan orang terakhir yang bertemu dengan Mochamad Akbar alias Abdul Malik Aziz sebelum lari ke Batam. Selain mengelabui petugas Bandara Halim Perdanakusuma, Akbar membeli tiket pesawat memakai KTP kakaknya MT.

Akbar menembak Indria hingga meninggal pada 1 September 2017 di kontrakannya di Cijeruk, Bogor, Jabar. Tembakan tersebut mengenai bagian punggung Indria. Sekitar 30 menit sebelum jasad Indria ditemukan warga, Akbar terlihat meninggalkan rumah kontrakan Indria.

Pelarian Akbar tidak lama, hanya berjarak beberapa hari tepatnya hari Minggu 3 September, Akbar diciduk di Batam, Kepulauan Riau. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Jumat, 25 Agustus 2017

10 Napi Lapas Kerobokan Dipindahkan ke Nusakambangan

10 Napi Lapas Kerobokan Dipindahkan ke Nusakambangan

Berita Analisa Terkini - Polda Bali mengawal pemindahan 10 narapidana Lapas Kerobokan, Bali, ke Nusakambangan. Pemindahan tersebut merupakan tindak lanjut dari kaburnya 4 napi dari LP Kerobokan beberapa waktu lalu.

"Pemindahan itu permintaan Kemenkum HAM Bali kepada Polda Bali atas tindak lanjut larinya empat napi dari LP Kerobokan beberapa waktu lalu," ujar Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose di kantornya, Denpasar, Bali, Jumat (25/08/2017).

Dua di antara 10 napi yang dipindahkan yaitu Sayed Mohammed Said (warga negara India) dan Dimitar Nikolov (warga negara Bulgaria). Keduanya merupakan tahanan Lapas Kerobokan yang kabur dan diciduk kembali di Timor Leste.

Selain itu, 3 warga negara asing lainnya dan 5 warga negara Indonesia juga dipindahkan. Mereka adalah Bahman Mirzaei, Chang Cheng Weng, I Nyoman Wiryawan, I Komang Tresna Wijaya, Jose William Salazar Ortiz, I Wayan Robin, I Ketut Suarmayasa, dan I Wayan Luwes. Mereka merupakan napi kasus narkoba, kejahatan jalanan, dan kejahatan terorganisasi.

"Kita lihat pelarian 4 napi itu lantaran masalah manajemen di dalam dan ada pressure dari masing-masing dari narapidana," tutur Petrus.

Pemindahan napi tersebut dilakukan pada Jumat (25/08/2017) dini hari tadi. Pengawalan dilakukan oleh 217 personel Dit Sabhara, Brimob, Ditkrimsus Polres Badung, Polres Bangli, dan Polsek Kuta Utara. Pemindahan dipimpin oleh Direktur Sabhara Polda Bali Kombes I Gusti Bagus Suteja.

"Ini dalam rangka pembinaan, tidak ada lagi yang dikatakan akan bisa dikontrol dari lapas, baik peredaran narkoba ataupun kejahatan jalanan dan premanisme," ujar Petrus. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Selasa, 15 Agustus 2017

Lima Teroris di Bandung Ingin Ledakkan Istana Negara

Lima Teroris di Bandung Ingin Ledakkan Istana Negara

Berita Analisa Terkini - Kelima terduga teroris yang diciduk di Kota Bandung akan memakai bom kimia dalam aksinya. Mereka pun sudah menentukan target. Jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bandung Raya itu membidik Mako Brimob Kelapa Dua, polisi, dan Istana Negara.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus, mengungkapkan kelima terduga teroris tersebut masih mempersiapkan aksinya ketika Densus 88 Antiteror menangkapnya.

‎"Mau meledakkan Mako Brimob di Jakarta, petugas Polri di lapangan, dan Istana Negara," ujar Yusri di lokasi penggeledahan rumah kontrakan Y, di RT 07/RW 18, Kampung Jajaway Timur‎, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa (15/08/2017)‎.

Menurutnya, bom kimia tersebut akan diledakkan di bulan ini.

"Mereka persiapkan nanti kapan jadinya bom itu diupayakan akhir Agustus telah bisa dilakukan aksi," sambung Yusri.

Dia mengutarakan Densus 88 masih memeriksa kelima terduga teroris itu. Kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya tempat lain yang menjadi sasaran mereka. Termasuk soal bahan baku bom yang mereka sita.

‎"Sementara kita melakukan pemeriksaan di pos khusus dari Densus 88 lantaran baru dilakukan penangkapan. Kita sedang mendalami apakah masih adanya tempat-temat lain, di mana dia menyimpan bahan baku yang lain," ucap Yusri.

Berdasarkan pemeriksaan, terduga teroris membeli bahan peledak itu di toko kimia di Kota Bandung. ‎Sebelumnya, kepolisian sudah menemukan bahan peledak dengan jumlah besar saat olah TKP di rumah kontrakan Y.

"Dia membeli bahan kimia di beberapa tempat, dia pernah beli di suatu tempat namun ditolak karena mesti menyertakan KTP. Jadi dia mencari tempat yang lain," sebut Yusri.

Dia menjelaskan, peledakan bom kimia itu ‎akan menggunakan kendali jarak jauh.

"Sistemnya membuat bom memakai remote nanti peledakkannya menggunakan remote sebagai detonator. Langsung hasil dari pemeriksaan awal tim penyelidik Densus, bahwa dia mengakui bahwa targetnya Brimob, petugas-petugas serta Istana Negara," tutup Yusri. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Minggu, 30 Juli 2017

Novel Tetap Ragu Kasusnya Diusut Tuntas Meski Pak Jokowi Panggil Kapolri

Novel Tetap Ragu Kasusnya Diusut Tuntas Meski Pak Jokowi Panggil Kapolri

Berita Analisa Terkini - Presiden Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait teror terhadap penyelidik KPK, Novel Baswedan. Novel sendiri tidak percaya pemanggilan itu akan berdampak besar pada pengusutan kasusnya. 

"Ya saya melihat itu sebagai hal positif meskipun saya tidak yakin, kenapa? Saya cemas juga Pak Kapolri diberi masukan yang palsu dari anak buah," ujar Novel saat Blak-blakan bersama tribunnews di Singapura, Minggu (30/07/2017). 

Novel menduga hal-hal yang akan dibahas Presiden Jokowi dan Kapolri sebatas hal-hal formal, termasuk soal saksi-saksi yang sudah diperiksa tapi memiliki alibi. Padahal, menurut Novel, alibi-alibi itu gampang sekali dibuat. 

"Yang dilaporkan itu sudah diperiksa saksi-saksi, ini sudah ada alibi dan lain-lain. Apa sulitnya membuat alibi-alibi begitu, itu juga fakta-fakta yang diungkap, yang saya contohkan tadi, salah satunya fakta yang menurut saya adalah pengelabuan, itu fakta yang tidak benar," tuturnya.

Ada lagi yang membuat Novel kesal. Dia menyayangkan adanya saksi-saksi teror kepadanya yang identitasnya dibuka ke publik. 

"Ada beberapa saksi yang diungkap namanya ke publik dan itu menurut saya merupakan bagian dari teror kepada saksi, tidak boleh begitu," sebut Novel. 

Saat ini sudah hampir 4 bulan sejak Novel diteror penyiraman air keras tanggal 11 April 2017 yang lalu. Ada sejumlah pria yang diamankan kepolisian pasca teror Novel ini. Namun mereka dilepas lantaran dianggap mempunyai alibi kuat bahwa mereka bukanlah pelaku penyerang Novel.

Wawancara eksklusif dengan Novel Baswedan secara lengkap akan ditayangkan hari ini jam 13.00 WIB. Jangan ketinggalan Blak-blakan Novel Baswedan malam ini. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Sabtu, 15 Juli 2017

Kantor PPP Diserang Mengakibatkan 1 Orang Luka Terkena Lemparan

Kantor PPP Diserang Mengakibatkan 1 Orang Luka Terkena Lemparan

Berita Analisa Terkini - Sejumlah orang tidak dikenal mendatangi kantor DPP PPP kubu Ketum Djan Faridz, dini hari tadi. Satu orang sekuriti mengalami luka di pipi dan kaca kantor pecah akibat kejadian tersebut.

"Benar ada satu korban dari keamanan kita dan akan kita visum. Robek dipipinya, dilempar terkena lemparan batu," tutur Ketua DPP PPP Bidang Hukum dan HAM, Triana Dewi Seroja, saat dihubungi, Minggu (16/07/2017).

Berdasarkan foto yang diterima liputan6, terlihat kaca retak dan pecah di kantor DPPP PPP, di Jln Diponegoro, Jakpus. Ada juga kaca di bagian bawah yang tampak bolong diduga akibat kejadian penggerudukan dini hari tadi.

Triana juga menerangkan sejumlah orang tidak dikenal yang datang sekitar jam 02.00 WIB itu melakukan pelemparan ke arah kantor. Mereka juga sempat ribut dan adu mulut dengan petugas yang berjaga di lokasi.

"Terdapat sekitar 30 orang kemudian melakukan pelemparan namun sempat adu mulut dengan yang jaga di kantor kita," jelasnya.

Sampai saat ini, Triana menyebutkan pihaknya masih mendalami kejadian itu dan berencana melaporkannya kepada pihak kepolisian. Dia meminta kepolisian mengusut kejadian itu sebab dianggap melakukan tindakan perbuatan hukum.

"Kami akan usut dan kami akan melapor," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba sedang mendalami informasi mengenai asal dari sejumlah orang tidak dikenal itu. Menurutnya, massa memang tidak terlalu banyak dan sudah dibubarkan sejak pagi tadi.

"Kejadiannya tadi pagi, telah dibubarkan," ucap Ronald. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Selasa, 11 Juli 2017

Tim Jaguar Polres Depok Berhasil Ciduk Dua Pembacok Ahli IT Hermansyah

Tim Jaguar Polres Depok Berhasil Ciduk Dua Pembacok Ahli IT Hermansyah

Berita Analisa Terkini - Tim gabungan berhasil mengamankan pelaku pembacokan ahli IT Hermansyah yang terjadi di Tol Jagorawi KM 6, Jaktim. Dua pelaku diciduk di kawasan Depok, Jabar.

"Jadi kita tangkap tersangka pelaku penganiayaan (pasal) 170 atas nama korban Hermansyah di tol pukul 01.00 pada tanggal 9 Juli," tutur Wakapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani kepada wartawan di Mapolresta Depok, Jln Margonda Raya, Kota Depok, Rabu (12/07/2017).

Kedua pelaku yaitu Laurens Paliyama (31) dan Edwin Hitipeuw (37). Kedua pelaku diciduk tim gabungan dari Tim Jaguar Polresta Depok, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jaktim di Jln Raya Sawangan, Kota Depok pada Rabu (12/07/2017) sekitar pukul 01.00 WIB.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Depok Kombes Pol Herry Heryawan dan Wakapolres AKBP Faizal. Ketua Tim Jaguar Iptu Winam Agus juga ikut memimpin anggotanya dalam penyergapan itu. Kepolisian berhasil menangkap pelaku setelah memeriksa rekaman CCTV Jasa Marga yang ada di Tol Jagorawi, di sekitar lokasi kejadian. Dari rekaman CCTV itu, kedua pelaku bisa diidentifikasi.

Kepolisian langsung bergerak melakukan pengejaran. Hingga pada Rabu (12/07/2017) dini hari, kepolisian memperoleh informasi kedua pelaku sedang mengarah ke Depok.

"Kita mendapatkan informasi kalau tersangka ini dari Bandung akan pulang ke rumahnya di daerah Sawangan, dan kita telah menunggu mobil yang kita identifikasi ini lewat, kita sergap di TKP tadi," terangnya.

Penyergapan ini sempat mengejutkan warga sekitar. Sejumlah pengguna jalan berhenti dan menonton penyergapan itu. Kedua pelaku saat itu mengendarai mobil Toyota Fortuner. Mereka kemudian diminta untuk tidak bergerak dan tiarap oleh tim Jaguar yang menyergapnya.

Herry yang turut dalam penyergapan itu, meminta masyarakat agar tenang. Sementara kedua pelaku dibawa oleh tim Jaguar ke Mapolresta Depok. Hermansyah dibacok oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Minggu (09/07/2017) dini hari lalu di Tol Jagorawi KM 6, Jaktim. Saat itu, dia bersama istrinya mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih, dari suatu tempat, hendak pulang menuju rumahnya di Depok.

Tiba-tiba kendaraannya dibuntuti oleh para pelaku. Hermansyah kemudian turun, kemudian pelaku menyerangnya dengan menggunakan sajam yang mengakibatkan korban mengalami luka bacokan di sekujur tubuhnya. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Senin, 10 Juli 2017

Menunggu Kepolisian Mengungkap Kasus Pembacokan Ahli IT Hermansyah

Menunggu Kepolisian Mengungkap Kasus Pembacokan Ahli IT Hermansyah

Berita Analisa Terkini - Ahli IT Hermansyah menjadi korban pembacokan di Tol Jagorawi KM 6, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kejadian bermula saat dia bersama adiknya jalan beriringan menggunakan mobil masing-masing menuju Depok. Mobil yang dikendarai adik Hermansyah kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan. Hermansyah yang berada di dalam mobil bersama istrinya, Irina berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan itu.

Dari belakang, ada mobil Honda Jazz yang mengikuti mobil Hermansyah. Di KM 6 Tol Jagorawi, mobilnya diminta menepi. Teman pengendara mobil sedan itu kemudian meminta Hermansyah keluar dari mobil. Kejadian pengeroyokan pun terjadi. Ada sekitar lima orang pelaku yang menyerang ahli IT lulusan ITB tersebut.

Hermansyah lalu dirawat di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jabar. Kini dia telah dipindah ke RSPAD Gatot Subroto.

Kabar terakhir, Adik Hermansyah, Nuti Suwarti mengungkapkan saat ini kondisi kakaknya stabil. "Stabil," ujar Nuti di depan ruang ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (10/07/2017).

Diketahui, Hermansyah mengalami luka yang cukup serius akibat benda tajam. Dia mengalami luka di bagian pergelangan tangan, kepala dan leher. Namun Hermansyah sudah dapat mengobrol.

Terkait pengembangan kasusnya, kepolisian sudah menerima rekaman CCTV dari PT Jasa Marga terkait kejadian penyerangan iyu.

Saat ini, kepolisian sedang mempelajari rekaman tersebut. Kepolisian juga berencana membuat sketsa wajah pelaku penyerangan. Tapi, usaha ini akan dilakukan usai mendapatkan keterangan dari Hermansyah.

"Yang pasti anggota sedang kerja keras. Semua bekerja, walaupun pelan-pelan. Tapi kan terus mengalami kemajuan. Nanti satu titik akan ada akselarasi yang tinggi. Pengungkapan kan begitu," tutur Kapolres Jaktim Kombes Andry Wibowo kepada tribunnews, Senin (10/07/2017) malam.

Dalam kasus tersebut kepolisian telah meminta keterangan dari Irina dan petugas PT Jasa Marga yang membantu Hermansyah setelah mengalami pengeroyokan.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengungkapkan istri Hermansyah yang merupakan warga negara Ukraina itu belum bisa menjelaskan secara pasti. Kepolisian akan mencari saksi lagi selain Irina. (Berita Analisa Terkini )
Read »

Minggu, 09 Juli 2017

Kepolisian Menembak Mati Pelaku Penembak Italia

Kepolisian Menembak Mati Pelaku Penembak Italia

Berita Analisa Terkini - Eksekutor penembak Italia Chandra Kirana Putri (23), Saiful, ditembak mati karena melawan ketika hendak disergap polisi. Saiful merupakan residivis sekalian buron yang kabur dari Pengadilan Negeri Serang setelah mengikuti persidangan.

"Pelaku Saiful ini yang memakai helm, yang menembak korban Italia," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada tribunnews, Minggu (09/07/2017).

Saiful meninggal ditembak mati kepolisian karena melawan saat disergap di Jln Lematang-Tanjung Bintang, Lampung Selatan pada jam 14.00 WIB, Minggu (09/07/2017). Saiful ditembak mati karena mencoba melakukan perlawanan dan membawa senpi.

Argo mengungkapkan, tertangkapnya Saiful berkat kamera CCTV di rumah tetangganya. Saat itu, wajah rekan Saiful, berinisial M terekam CCTV. Sementara Saiful saat itu sulit teridentifikasi karena menggunakan helm.

Tim gabungan dari Subdit Resmob dan Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh AKBP Aris Supriyanto dan AKBP Antonius Agus kemudian menyelidiki keduanya. Kepolisian mencari jati diri mengenai M yang wajahnya kemudian disketsa polisi.

"Dari sketsa wajah M ini kemudian diselidiki, siapa kira-kira kelompoknya. Kemudian adanya informasi kalau M melakukan penembakan itu bersama dengan Saiful," terangnya.

Kepolisian kemudian mencari profil Saiful. Tim berkoordinasi dengan Polda tetangga, hingga akhirnya memperoleh informasi bahwa Saiful yang dimaksud merupakan seorang terdakwa kasus kepemilikan senpi di Polres Cilegon.

"Kemudian tim berkoordinasi dengan Polres Cilegon, sehingga didapatkan profil Saiful ini dan alamatnya," sambungnya.

Tim kemudian melakukan penyelidikan ke alamat rumah Saiful di Lampung. Setelah beberapa hari melakukan pengintaian di Lampung Selatan, posisi Saiful akhirnya diketahui. Saiful saat itu baru keluar dari rumah kosannya. Melihat Saiful melintas di lokasi, tim akhirnya menyergapnya. Dia kemudian melawan dengan senjatanya, tapi kepolisian akhirnya menembaknya hingga tewas karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan aparat.

Dari penyergapan itu, kepolisian menyita sepucuk senpi rakitan jenis revolver berikut 4 butir peluru, dua buah obeng, kunci letter 'T' dan sebilah badik. Diduga, Saiful ingin melakukan kembali aksi pencurian motor saat itu. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Sabtu, 01 Juli 2017

Wahyu Kena Tangkul Lantaran Membawa Soft Gun dan Peluru Tajam

Wahyu Kena Tangkul Lantaran Membawa Soft Gun dan Peluru Tajam

Berita Analisa Terkini - Seorang pria bernama Wahyu Atin Supriyadi (35) ditangkap kepolisian di Terminal Kalijaya, Kabupaten Bekasi. Ketika diamankan, Wahyu kedapatan membawa sepucuk airsoft gun dan enam butir peluru tajam.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengungkapkan, pria itu diamankan oleh anggota Satuan Brimob Detasemen D dan Polsek Cikarang Barat yang sedang melaksanakan Operasi Ramadniya di Terminal Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (01/07/2017) jam 00.50 WIB.

"Pelaku saat itu gerak-geriknya mencurigakan, mondar-mandir di depan Pospam Ramadniya yang berada di Terminal Cikarang Barat," ucap Rikwanto dalam keterangannya kepada tribunnews, Sabtu (01/07/2017).

Melihat kecurigaan itu, kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Ketika diperiksa, ditemukan sejumlah barang berbahaya di dalam tasnya.

"Ditemukan barang-barang di antaranya sepucuk airsoft gun jenis revolver dan enam butir peluru, satu unit handy talkie, 228 butir peluru gotri, kartu Perbakin atas nama Saefudin, kartu anggota Pokdar Kamtibmas Polsek Cikarang Barat atas nama Wahyu Atin Supriyadi," jelasnya.

Warga asal Lampung itu kemudian dibawa ke Pospam Cikarang Barat. Kepolisian kemudian membuat laporan model A untuk memproses pelaku lebih lanjut.

"Pelaku diduga melanggar Pasal 1 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951," tambahnya.

Berdasarkan penjelasan pelaku, airsoft gun itu dipinjamkan oleh anak bosnya yang bernama Randi sejak sebulan yang lewat, tepatnya 28 Mei 2017.

"Menurut keterangan sumber, senjata itu dibeli dari daerah Depok, nama penjual yang bersangkutan tidak mengetahui," terangnya.

Pelaku mengaku membawa airsoft gun itu untuk mengamankan orang tua Randy, karena sering diminta mengantar untuk mengambil uang. "Sehingga senjata itu sebagai pegangan yang bersangkutan. Sementara belum teridentifikasi sebagai jaringan teroris," tutupnya. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Jumat, 30 Juni 2017

Penikaman Dua Anggota Brimob Nekad Serang Balik Saat Diciduk

Penikaman Dua Anggota Brimob Nekad Serang Balik Saat Diciduk

Berita Analisa Terkini - Penikaman dua anggota Brimob nekad menyerang personil kepolisian yang hendak menciduknya. Hal tersebut terjadi ketika pelaku melarikan diri ke arah Blok M Square dan diberikan tembakan peringatan.

"Pelaku tidak menyerah begitu saja, bahkan berbalik mengancam mau menyerang dengan menggunakan sangkur," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dalam pesan singkatnya, Jumat (30/06/2017).

Karena pelaku bersikeras melawan dan berpotensi membahayakan keselamatan personil serta masyarakat sekitarnya, kepolisian memberikan tembakan terarah dan terukur ke pelaku.

"Akhirnya dilakukan penembakan dan pelaku meninggal di tempat," kata Rikwanto.

Dua anggota Brimob itu mengalami luka di bagian pipi dan leher. Saat ini kedua korban dievakuasi ke rumah sakit Pusat Pertamina.

Sementara pelaku yang ditembak ditempat oleh kepolisian, dilarikan ke rumah sakit Polri Kramat Jati, Jaktim.

Kepolisian sedang mencari tahu identitas pelaku penikaman dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, sebelah lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Kepolisian juga mendalami motif penikaman itu.

Kejadian penikaman tersebut terjadi sekitar jam 19.40 WIB. Dua personil Brimob itu ditikam setelah menunaikan salat Isya. Pelaku diketahui juga ikut membaur dengan anggota dan berada di saf ketiga bagian kanan. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Senin, 26 Juni 2017

Kepolisian Tetapkan Tiga Tersangka Teror Pos Penjagaan Mapolda Sumut

Kepolisian Tetapkan Tiga Tersangka Teror Pos Penjagaan Mapolda Sumut

Berita Analisa Terkini - Kepolisian menetapkan 3 orang tersangka terkait teror penyerangan personil jaga di Polda Sumut. Satu tersangka berhasil dilumpuhkan polisi saat penyerangan.

"Ketiga tersangka yakni Syawaluddin Pakpahan, Ardial Ramadhana (tewas) luka tembak di dada, Boboy (17)," ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul dalam keterangan tertulis, Senin (26/06/2017).

Penyerangan terjadi sekitar jam 03.00 WIB di pos jaga pintu ketiga Mapolda Sumut, Minggu (25/06/2017) oleh Syawaluddin dan Ardial. Tersangka diduga masuk dengan cara melompat pagar dan melakukan penyerangan.

Ketika kejadian, penjagaan pintu dilakukan empat orang personil. Dua anggota di pos jaga yaitu Aiptu Martua Sigalingging dan Brigadir Erbi Ginting. Dua personil lainnya tengah melakukan patroli.

Sebelum insiden sambung Martinus, Aiptu Martua meminta izin istirahat di ruang jaga kepada Brigadir Erbi. Selang beberapa waktu, Brigadir Erbi mendengar suara ribut di kamar penjagaan dan melihat 2 orang tersangka.

"Brigadir mendatangi kamar dan terjadi perkelahian. Tersangka berteriak Allahu Akbar sembari mengancam menggunakan pisau," sebut Martinus.

Brigadir Erbi kemudian meminta bantuan kepada anggota Brimob yang tengah berpatroli. Anggota Brimob yang berjaga langsung menembak tersangka. Satu orang tersangka tewas.

Martis mengungkapkan akibat penyerangan, satu personil pos jaga 3 dari Yanma tewas atas nama Aiptu Martua Sigalingging dengan luka tusuk di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga karena terjadi perkelahian dan perlawanan di kamar.

Menurut Martinus, pelaku Boboy dan Ardial Ramadhan membantu melakukan survei satu minggu sebelum insiden ke Mako Polda Sumut. Para pelaku dijerat dengan undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Rabu, 21 Juni 2017

Vonis Jessica Tetap 20 Tahun Penjara Karena Kasasi Ditolak

Vonis Jessica Tetap 20 Tahun Penjara Karena Kasasi Ditolak

Berita Analisa Terkini - Mahkamah Agung kasasi terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso. Putusan itu menyatakan hukuman Jessica tetap 20 tahun penjara. Itu artinya jika putusan kasasi menolak itu tetap sama dengan putusan di tingkat pertama dan kedua. 

Jubir Suhadi juga tidak banyak menanggapi komentar dari kuasa hukum Jessica Wongso yang kesal dengan putusan kasasi itu. Dia mempersilakan kepada tim Jessica untuk menempuh jalan keluar hukum luar biasa.

"Kalau mengenai komentar, kami tidak bisa berkomentar putusan kami atau putusan orang lain. Jadi publik silakan membaca sendiri jika putusan telah dimutasi," ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak permohonan Jessica Kumala Wongso. Putusan kasasi itu diketok tanggal 21 Juni 2017. Kasus dengan no register 498K/PID/2017 memutuskan untuk menolak permohonan kasasi yang diajukan Jessica Kumala Wongso. Perkara itu masuk ke meja kasasi pada tanggal 9 Mei 2017.

Pada tingkat pertama, PN Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara terhadap Jessica. Jessica lalu mengajukan banding. Tapi PT DKI Jakarta menguatkan putusan PN Jakpus No 777/Pid.B/2016/PN.Jkt.Pst pada 27 Oktober 2016. Upaya kasasi juga ditolak pada 21 Juni lalu. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Rabu, 14 Juni 2017

Donald Trump Bersama Melania Jenguk Politisi Republik yang Ditembak

Donald Trump Bersama Melania Jenguk Politisi Republik yang Ditembak

Berita Analisa Terkini - Lima politisi Partai Republik terluka setelah ditembak ketika sedang berlatih baseball di lapangan di pinggiran Washington, AS. Dari kelima politisi itu, salah satunya, Steve Scalise saat ini dalam kondisi kritis. Presiden Donald Trump bersama istrinya, Melania datang menjenguk anggota DPR atau House of Representatives tersebut.

Gedung Putih menyatakan seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (15/06/2017), Trump dan Ibu Negara Melania datang membawa bunga ke sebuah rumah sakit di Washington untuk menjenguk Scalise. Politisi itu baru saja selesai menjalani operasi menyusul penembakan di Virginia pada Rabu (14/06/2017) pagi waktu setempat.

Trump menyebutkan, Scalise merupakan seorang teman baik. "Dia patriot dan dia seorang pejuang. Dia akan sembuh dari penyerangan tersebut," ujar Trump. 

Trump juga menyerukan untuk bersatu. "Kita paling kuat saat kita bersatu dan saat kita bekerja sama untuk kebaikan bersama," ucap Trump.

Scalise diketahui sebagai penentang keras usulan pengendalian kepemilikan senjata api. Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai James Hodgkinso. Pria berumur 66 tahun tersebut berulang kali melepaskan tembakan ke para politisi yang tengah berlatih untuk pertandingan amal baseball pada Rabu (14/06/2017) waktu setempat. Hodgkinson sendiri meninggal dalam baku tembak dengan polisi Capitol Hill yang ada di lokasi kejadian.

Hodgkinson diketahui sudah memposting pesan-pesan bernada kemarahan terhadap Trump dan para tokoh Partai Republik lainnya lewat medsos. Pria itu merupakan anggota kelompok-kelompok anti-Partai Republik di Facebook, seperti "The Road to Hell Is Paved With Republicans," "Terminate The Republican Party," dan "Donald Trump is not my President."

Penembakan tersebut terjadi tidak lama setelah jam 07.00 waktu setempat. Saat kejadian, terdapat sekitar 20 anggota DPR AS dan dua senator. Saksi mata mengatakan penembakan itu berlangsung sekitar 10 menit.

Para politisi tersebut mengungkapkan, mereka mendengar suara keras seperti suara petasan dan antara 15 sampai 20 orang terbaring di tanah. "Saat dia mulai menembaki, dia menembak untuk membunuh orang-orang. Dan terima kasih Tuhan, dia tidak terlalu hebat menembak," sebut anggota parlemen Joe Barton, yang merupakan manajer tim baseball Partai Republik. (Berita Analisa Terkini)
Read »

Copyright © 2015 Berita Analisa terkini

Blogger Templates Designed by Templatezy - DesignsRock

Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Jendela Berita Online Lensa Berita Terkini Post Ibukota Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet